sejarah SMP NU BANTARAN

SMP Nahdlatul Ulama Bantaran pada awalnya bernama SLTP NU, yang mana berdiri pada 17 Juli tahun 1996 yang pada awal berdiri dipelopori oleh bapak KH. Abdul Ghoni Baidlowi.
kepala sekolah pertama yaitu Drs Saeri sampai tahun 2000
N taun 2000-2005 di jabat oleh Zainul Arifin Ss.
Kepala sekolah periode III yaitu tahun 2005-sekarang adalah Syamsul Arifin S.Pd

Selasa, 23 Agustus 2011

sekolahku SMP NU lanjutan

ehm....   yah sekarang Q akan crita tntang SMP Q, yaitu SMP NU bantaran. awal Q masuk smp ini tahun 2003, dimana pada saat itu SMP NU ni g punya gedung sendiri pi masih numpang di MI Darul Ulum bantaran. pada saat itu kepala sekoahnya yaitu bpk Zainul Arifin sampe tahun 2004. Dan pada thun 2004 barulah gedung SMP NU dibangun di baratnya Lapangan bantaran. setelah selesai dibangun murid" smp langsung pindah ke gedung baru SMPNU meski fasilitas belum ada seperti bangku n kursi belajar. jadi pada saat itu belajarnya lesehan.. :D pi meski begitu tidak mengurangi semangat murid" untuk belajar N trus belajar.
saat saya masuk pertama kali, kelas 1 di bagi jadi 2 kelas yaitu kelas A dan kelas B. pi hal ini tidak berlanjut hingga Q lulu,  Cz banyak teman" Q yg berhenti di tengah jalan.. dan akhirnya sampai kelas 3 tinggal 1 kelas saja. termasuk di dalamnya ada Q sendiri.
pada saat kelas 3, saya dan teman" hampir tiap malam menginap di sekolah, biasanya yg nginap ada 4 anak yg emang ditugaskan untuk nginap. dan anak" itu adalah saya sendiri, baihaqi, syamsul N imam. N cZ hal itulah kita bersahabat N selalu bersama kemanapun kita pergi maen. sampai sekarangpun kita masih sering bareng ketika Q pulang kerumah, meski baihaqi N syamsul udah nikah N punya anak. hem, jadi kangen kumpul ma mereka. kumpul, makan bareng, masak lele bareng, sungguh menyenangkan.
  kembali saat kelas 3. mulai dari semester 2 teman" yg cow banyak yg ikut nginep di sekolah, Cz habis magrib ampe jam 9 ada les matematika yg di isi oleh bpk syamsul selaku kepala sekolah saat itu. dan teman" Q yg agak jauh maupun yg dekat memtuskan untuk ngnep, banyak crita menarik ketika kumpul" ma teman"..
dan hal itu berlangsung hingga ujian nasional berlangsung. N alhamdulillah hasil ujian temen" g terlalu jelek. tapi sedihnya masih ada temen yg g lulus Ujian... T_T...
ujian q pada saat masih dilaksanakan di SMP N 1 leces, N kita harus ke leces dulu untuk mengikuti UN. dan disana suatu keadaan yg sangat berbeda dg SMP Q sndiri...
disana rame, banyak banget muridnya...
sedangkan SMP Q sendiri g ampe 100 anak... pi Q bangga dg temen" Cz meski hanya dikit N dari berbagai macam latar belakang tapi masih bisa bersaing dg SMP2 yg lain...
ya bgtulah kiranya yg bisa dicritakan...
maaf sekali lagi cZ critanya sangt jelek...
cz mang Q g bisa klo crita..
:D
semangat.........!!!!!!!!!!!

Sabtu, 06 Agustus 2011

Hadapi Unas, SMP NU Karantina Siswa

Cetak
Sejak Desember 2009

BANTARAN - Ujian nasional (Unas) untuk siswa SMP bakal digelar Senin (29/3). Untuk menghadapinya, beragam cara ditempuh jauh-jauh hari sebelumnya. Termasuk SMP NU Bantaran. Sejak Desember 2009, sekolah ini mengarantina siswanya untuk menghadapi Unas.

Sejak saat itu, 15 siswa harus bermalam di sekolah setiap hari. Sementara 11 siswi belum disarankan bermalam. Namun, mereka wajib mengikuti bimbingan.

"Saat bimbingan malam hari, mereka (siswi) biasanya diantar-jemput oleh wali mereka,"ujar Kepala SMP NU Bantaran Syamsul Arifin, 41, pada Radar Bromo.

Saat Unas semakin dekat, para siswi disarankan bermalam. Mereka pun mulai bermalam sejak Selasa (16/3). "Program karantina ini atas permintaan murid untuk menyiapkan diri menghadapi Unas," kata Syamsul.

Selama masa karantina, mereka didriil dengan mendalami mata pelajaran yang masuk Unas. Yakni Bahasa Indonesia, IPA, Matematika dan Bahasa Inggris.

Bimbingan sendiri dijadualkan dalam dua kali pertemuan. Pertemuan pertama dilakukan setelah salat Magrib sampai pukul 21.00 WIB. Sedangkan yang kedua dimulai pukul 14.00 WIB sampai 16.30 WIB.

Selain bimbingan belajar, pelajar juga dilatih lebih rajin beribadah. Setelah salat Isya, mereka diwajibkan salat hajat berjamaah di musala. Kemarin (25/3), mereka tadarus bersama dan menghatamkan Alquran. "Kami ingin berusaha secara optimal dalam menghadapi unas. Baik lahir atau batin," kata Syamsul.

Karantina itu sendiri dilakukan dengan memanfaatkan fasilitas alakadarnya. Setiap hari, 26 pelajar kelas tiga bermalam di sekolah yang terletak di Desa Bantaran, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo itu.

Pelajar laki-laki bermalam di musala, di samping sekolah. Sementara pelajar perempuan bermalam di kantor sekolah.

Saat malam tiba, kantor sekolah disulap menjadi penginapan. Meja, bangku dan lemari dirapatkan ke dinding. Kemudian, sebuah karpet digelar di lantai. Di sanalah siswi menginap setiap malam. Lalu saat jam sekolah pada pagi hari, semua barang di kantor kembali ditata dalam posisi semula.

Cara ini terbukti membuat siswa lebih siap. Seperti yang dirasakan Angga Purnomo, 15, salah satu siswa. "Dengan program ini, saya menjadi agak tenang menghadapi unas," katanya. Bahkan selama tiga bulan menjalani karantina, ia merasa hidup bersaudara dengan 26 teman-temannya.

SMP NU Bantaran sendiri melakukan usaha ektra itu setiap tahun. Berkat usaha itu, pada Unas tahun lalu sekolah ini menduduki peringkat ketiga perolehan nilai tertinggi. Bahkan saat try out rakhir yang digelar Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) awal maret lalu, sekolah ini menduduki peringkat kedua perolehan nilai tertinggi untuk sekolah swasta SMP sederajat. (rb)

Senin, 01 Agustus 2011

Sekolahku SMP NU

Sekolahku SMP NU, ya.... bgitulah kiranya yg sering di ucapkan temen2 Q juga Q semasa masih sekolah di SMP NU bantaran. Awal yg menurut Q sangat menentukan dlm perjalanan pendidikanku. Awal yg begitu berkesan, awal dari semua yg membawa Q ke tempat N keadaan ni.
Q sekarang kuliah di Universitas Negeri Malang jur teknik mesin (ArTekUM). Masuk di UM lewat jalur PMDK tahun 2008, dari asal sekolah SMA N 3 Probolinggo. SMA yg awal Q masuk belum sebagus sekarang... Ntah apa yg mengantarkn Q untuk sklh di SMAga Pro, padahal SMAga pro merupakan SMA N pilhan terkhir bagi anak2 kota prolinx, pi SMAga pro adalh pilhan pertama Q. Bukan CZ danem Q jelek N g mungkin masuk SMA N yg lain, Q bisa aja masuk SMA 1, 2, atopun SMA 4 proling, pi emang Q dah mantep dg SMAga makanya masuk SMAga. Pmikiran Q sangatlah sederhana, Q liat kndsi keUangan keluarga Q N pemikiran Q yg menganggap mo sekolah dmana aja itu sama, seng pnting itu adlh niat N smangat belajar. makanya Q pilih SMA yg lbh dkt dg rumah N lbih murah... :D tpi, meski demikian Q tunjukan kalo Q masih bisa berprestasi.
N ternyata g sedikit pengalaman yg Q dapatkan dg skolah di SMAga, Banyak hal baru yg Q pelajari di sana, yg pertama yaitu BHS jawa yg merupakan bahasa sehari2 disekolah. awal masuk Q masih belum bisa sama sekali berbhsa jawa maklum rumah di desa yg mayoritas pake bhs madura :D. pi lambat laun Q bisa berdaptasi N bisa lancar bhs jawa. selain itu Q ktmu dg teman2 yg bgitu berfariatif, dg karkter yg berbeda2, dari stu Q bisa memahami klo qta ntu juga harus memahami apa yg ada didekat kita. dan dg Guru2 yg stu sama lain berbeda cara mengajarnya ^_^ N punya ciri khas tersendiri, Pak Mulyono yg pindah ke SMK 3, ibu yeni, Ibu diaz, pak halis yg juga pndah ke SMA 1, pak Mukarji, sensei Yusnia, ibu sofi, dan guru2 SMAga yg lain trimakasih bnyak atas bimbingannya semua yg di berikan pd Q. :)
ya bgitulah semasa SMA Q, trus seng SMP tak lanjutno lek Q pas sempet yo....
jek ape saur ki..
:D
sorry lo klimate amburadul N garing critone. yo ngono kui lek Q crito, g iso apik.. :D